Wahai pemuda Islam, bersemangatlah dalam menuntut ilmu agama.

Sabtu, 19 November 2016

Al Kabair 45 : Malin Kundang

Makrifat Sabil Haq


AL-KABAIR 45
MALIN KUNDANG


1. Hadits yang sering kita dengar

"Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu dia bertanya, "Siapakah orang yang paling berhak dengan kebaktianku?" Jawab Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Ibumu!" Dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu!" dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Kemudian Ibumu!" dia bertanya lagi; "Kemudian siapa?" Dijawab, "Kemudian bapakmu!" (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

2. Dari 'Abdullah ibn 'Amr dia berkata; "Seseorang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam minta izin hendak ikut jihad (berperang). Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya, ‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Jawab orang itu; ‘Masih!’ Sabda beliau, ‘Berbakti kepada keduanya adalah jihad.’” (HR. Muslim no. 2549)

Sahabat ada yang mau jihad. Ditanya apakah masih ada orangtuanya. Disuruh kembali, dan berbuat baik kepada mereka. 

ASHABUL A'RAAF

Menurut sebagian ulama, mereka adalah muslim yang terakhir masuk surga tanpa disiksa dulu. Mereka adalah orang-orang syahid, yang masih punya dosa durhaka kepada orangtua. 

3. Sahabat bertanya, "Ya Rasul, dosa apa yang terbesar?" Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Menyekutukan Allah, lalu durhaka kepada orang tua..." (HR. Bukhari no. 6255)

BENTUK-BENTUK DURHAKA KEPADA ORANG TUA:

1. Mengucapkan kalimat "ah" yang merupakan merendahkan


وَقَضٰى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِالْوٰلِدَيْنِ إِحْسٰنًا  ۚ  إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
(Qs. Al-Israa' [17] : 23)

Kata Ali bin Abi Thalib, ketika mengomentari ayat ini, beliau berkata, "Kalau saja ada kata yang lebih ringan dari kata 'ah', niscaya kata ini akan diganti."

Artinya, tidak ada kata yang lebih rendah dari kata ini.. Jadi, yang paling ringan aja dosanya dosa besar, apalagi yang lebih dari itu. 

2. Membuat sedih orangtua 

3. Cemberut, bermuka masam

4. Mencela orangtua, baik secara langsung maupun tidak langsung


Para sahabat heran ketika Rasulullah bersabda, "Di  antara dosa besar adalah seorang laki-laki mencela kedua orang tuanya." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, 'Apakah (mungkin) seorang laki-laki mencela orang tuanya? ' Beliau menjawab: "Ya. Dia mencela bapak seseorang lalu orang tersebut (membalas) mencela bapaknya, lalu dia mencela ibunya, lalu orang tersebut (membalas) mencela ibunya. (HR. Bukhari no. 5628)

Itu sama saja dengan mencela orangtua kita sendiri.

5. Memandang orangtua dengan pandangan sinis

6. Malu mengakui mereka sebagai orangtua 

7. Menyuruh orangtua, kecuali kalau orangtuanya memang senang membantu kita

8. Memberatkan orangtua dalam meminta 

Boleh mengemis apabila kebutuhan primer 

9. Tidak mengurus orangtua saat mereka sudah tua


PENGECUALIAN 

KAPAN KITA TIDAK BOLEH TAAT KEPADA ORANGTUA, TAPI INGAT! BUKAN BERARTI DURHAKA. 

1. Kalau orangtua menyuruh sesuatu yang merupakan dosa. Walau mereka merengek menangis-nangis. 

Tapi menolaknya harus dengan lemah lembut. 

2. Kalau orangtua menyuruh sesuatu yang membahayakan diri kita

*orangtua menyuruh kita saat umur kita 9 tahun, mengangkat gas 12 kg
*disuruh masuk ke kandang singa 
*disuruh cerai, tapi dengan alasan yang tidak syar'i 
*disuruh mengebut lebih dari 120 km/jam di jalan tol

KISAH-KISAH MENGHARUKAN:

1. Kisah ayah yang berhutang puluh ribuan real yang senilai 210 juta rupiah dan anaknya. 
2. Kisah dari ustadz Syafiq, kisah nyata. (https://youtu.be/Yhzclar0FGY)

DOA SAAT 40 TAHUN

Qs. Al-Ahqaf [46]: 15

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai EMPAT PULUH TAHUN ia berDO'A: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

DO'ALAH KETIKA KITA BERUMUR 40 TAHUN HIJRIAH (SEKITAR 38 TAHUN MASEHI), Agar diterima amalnya.

HADITS TERAKHIR 


HR. Al-Hakim derajatnya shahih dalam Silsilah Hadist ash-Shahihah no. 1120
Dua dosa yang akan disegerakan balasannya di dunia 
1. Menzhalimi

2. Durhaka kepada orang tua

Abu Takeru / Author & Editor

Bernama asli Rizal Fadli Nurhadi. Alumni East Preston Islamic College, Melbourne, Victoria, Australia. Pernah belajar di bawah bimbingan dai nasional Australia, di antaranya Abu Hamzah, Umar Zouk, dan Bilal Assad. Saat ini aktif mengisi kajian komunitas Paradisean Youth.

0 komentar:

Posting Komentar

Diharapkan tidak berkomentar atas dasar fanatisme golongan kepada ustadz atau organisasi tertentu.Akan tetapi, gunakan dalil dari Alquran dan Sunnah dengan pemahaman para generasi terdahulu (sahabat, tabi'in, dan tabiut tabi'in).

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates | Modified by Zain Ibn Sufry