Wahai pemuda Islam, bersemangatlah dalam menuntut ilmu agama.

Sabtu, 30 Juli 2016

Al Kabair 36 : What Are You (1)

Makrifat Sabil Haq


Bismillahi wash shalatu was salamu 'ala rasulillah.
Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh.
Wa na'udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyiati a'malina.
May yahdihillah fa la mudhillalalh wa may yudhlil fa la hadiyalah.
Asyhadu al la ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.

Sungguh segala puja dan puji hanya milik Allah. 
Kita puji Dia, kita mohon pertolongan dan ampunan-Nya.
Kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri kita, dan keburukan amal perbuatan kita. 
Barang siapa yang Allah beri hidayah, takkan ada seorang pun yang bisa menyesatkan. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan. Takkan ada satu pun yang bisa memberi petunjuk.
Aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan rasul-Nya.

Amma ba'du.

Flashback


Tidak terasa sekarang ini sudah masuk episode ke-36. Ini adalah catatan kajian Abu Takeru minggu lalu pada hari Jum'at, 22 Juli 2016.

Judul paling awal kajian Abu Takeru adalah "Yu-Gi-Oh! Dajjal vs Nabi Isa" yang dilaksanakan di GSG Salman ITB tahun lalu.

Namun kajian yang pertama booming adalah yang di SMA 5 yaitu "Pocong vs Zombie Part 1".

Mari kita flashback singkat agar kalian ingat. 

Kalau kalian buka YouTube kemudian ketik Abu Takeru, Abu Takeru 0, Abu Takeru 1, dan seterusnya, nanti akan muncul judul-judul berikut.

0. 4,9 Milyar
1. Aku Masuk Islam Gara-Gara George Bush
2. Harry Potter vs Voldemort 
3. Bagiku Musik Halal
4. Assassin's Creed vs Samurai X part 1
5. Assassin's Creed vs Samurai X part 2
6. Surat Cinta Untukmu Pacarku Part 2
7. Doggy vs Babi
8. Good Bye Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam (Detik-Detik Terakhir Rasulullah ﷺ) 
9. Kuliah di Amerika, Siapa Takut?
10. Can 1 Ball
11. Tomodachi vs Amigos
12. The Three Who Were Left Behind
13. Alone in The Dark
14. Bunga Yang Tak Diinginkan
15. Who Wants to be Conan Edogawa
16. Resident Evil 4
17. You Love Naruto, I Love Sakura
18. Resident Evil 6
19. Hokage of The Fire
20. Resident Evil Taubat
21. Triple Love
22. I Have A Dream
23. Final Fantasy VIII
24. The Best King on The Face of The Earth
25. Harvest Moon and The Wonderful Life
26. GTA IV
27. GTA IV
28. GTA IV
29. Outlast
30. Habit of Tsunade
31. Black And White Lies
32. The Last
33. Harvest Moon (di Jatinangor)
34. Welcome Ramadhan
35. What's Wrong With Me

*N.B. : Kajian yang serius adalah episode 8, 20, dan 32. Kadang-kadang kalau iman lagi turun, biasanya ingin mendengar kajian yang serius.

Selain itu ada juga episode kajian serius lainnya seperti "Selamat Tinggal Adikku Sabiq Ismatullah..." dan "Perjalanan Akhirat" yaitu video pertama yang di-upload ke YouTube.

Al Kabair 36 : What Are You


Sekarang mari kita membahas episode 36 dari kitab Dosa-Dosa Besar.

"What Are You?" artinya "Kamu itu apa?"

Ada yang bilang, "A', jangan-jangan ini pembahasan Tamim ad-Dari?"

Tamim ad-Dari ini orang Kristen dulunya, kemudian masuk Islam jadi sahabat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Dalam hadits shohih Muslim diceritakan ketika ia sedang dalam perjalanan naik perahu terombang-ambing akhirnya terdampar ke sebuah pulau. Di sana ada Dajjal. Di situ ada seekor makhluk yang depan dan belakangnya tidak jelas dan sekujur tubuhnya penuh bulu. Terus ditanya, "Kamu itu apa?"

Coba kalau dia menjawab, "Da aku mah apa atuh," jadi lucu, haha. Tapi bukan itu.

Ternyata dijawab, "Aku adalah mata-mata."

Tapi bukan itu pembahasannya sekarang.

Pembahasan kita sekarang adalah:
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk menyembah-Ku." (QS. Adz-Dzariyat [51] : 56)

Itu lah pembahasan kita sekarang.

"What are you?"

"We are the slaves of Allah."

"Kamu itu apa?"

"Kita hamba Allah."

Dan ini pertanyaan yang sangat penting. Apa yang akan jadi pembahasan dosa besar kali ini?

Tenang, pertama akan dibahas terlebih dahulu dengan satu pertanyaan ini. Para nasionalis atau orang-orang non-muslim biasanya bertanya ke kita, "Kamu itu tujuan hidupnya apa sih?" Para penganut agama Kristen di sebuah universitas biasanya bertanya ke rohis di sana. Biasanya pertanyaan pertama itu, "Kenapa Tuhan menciptakan manusia? Untuk apa?" kemudian ini dan itu. Itu selalu ditanyakan.

Kita, orang Islam, punya jawaban. Jawabannya adalah, "Kita diciptakan untuk menyembah Allah." Tapi kalau kita bilang begitu, mereka pasti akan ngomong, "Hah? Kita diciptakan untuk menyembah Tuhan? Apa nggak terlalu sempit tujuan hidup kita?" Hati-hati bagi kalian yang menghadapi pertanyaan seperti itu. Daripada mikir bingung-bingung, balas saja ke mereka, "Memang kamu punya alasan yang lebih baik dari pada itu?" Terus mungkin mereka akan menjawab macam-macam, "Banyak. Saya hidup untuk memberi manfaat ke orang banyak." Kita jawab lagi. "Emang memberi manfaat ke orang banyak itu bukan bagian dari ibadah kepada Allah apa? Kalau kalian bilang begitu, saya pun mau ngasih manfaat ke orang banyak. Karena ngasih manfaat ke orang banyak itu bagian dari hal yang Allah sukai. Itu masih di dalam ruang lingkup 'menyembah Allah."

Orang-orang non-Islam itu, misalnya para pembuat anime. Mereka suka menyisipkan tujuan-tujuan hidup yang bermacam-macam pada anime-nya.

Contohnya dalam anime Pokemon, di opening ketika zaman dulu.

"Pokemon, gonna catch 'em, it's you and me."

Apa lanjutannya?

"I know it's my destiny."

Waduh berarti tujuan hidupnya adalah menangkap pokemon, seperti Pokemon GO, haha. Masya Allah.

Lihat teman-teman. Orang-orang pembuat anime, penyembah selain Allah pokoknya, rata-rata bingung terhadap tujuan hidup mereka. Sehingga mereka menyalurkan tujuan hidup mereka itu lewat film-film dan komik-komik yang mereka buat. Kalau aqidah kita belum kuat, bisa jadi terbawa oleh mereka.

Contohnya lagi, di anime Digimon (maaf apabila contohnya yang seperti ini, hanya sebagai informasi saja untuk kalian). Saat Black Wargreymon melawan Imperialdramon, si Veemon bilang, "Aku hidup karena aku ingin bisa bermain-main."

Masya Allah. Ini semua tujuan hidup macam apa sih? Tidak ada tujuan hidup yang lebih baik daripada menyembah Allah.

Coba deh Naruto. Apa tujuan hidupnya? 

"Aku adalah Naruto Uzumaki. Aku adalah genin dari kampung Konoha. Aku ingin menjadi hokage agar orang-orang berhenti dari merendahkanku."

Tujuan hidupnya adalah menjadi hokage. Andaikan kita ini hidup di dunia ninja, lalu ada orang yang bilang hidupnya tujuannya untuk jadi hokage, kita jawab, "Ya silakan aja. Jadi hokage supaya apa?" Terus dijawab, "Supaya kalau udah jadi hokage, saya ingin menjadi pemimpin yang baik." Jadi pemimpin baik juga bagian dari ibadah kepada Allah.

Coba kalian survei ke seluruh dunia, tanyakan tentang tujuan hidup ke semua orang. Kalau memang tujuan hidup mereka baik, pasti itu masih termasuk ke dalam ruang lingkup menyembah Allah. Asal diniatkan saja karena Allah. Karena itu tidak ada tujuan hidup yang lebih baik kecuali menyembah Allah.

Ada anak STEI ITB 2010 bernama Deni Setiawan dari SMAN 2 Bandung. Dia bilang, "Saya masuk STEI ingin menyebarkan listrik ke daerah-daerah yang belum ada listrik, supaya orang-orang bisa baca Qur'an di sana." 

Masya Allah. Keahliannya dipakai untuk mendekatkan dirinya kepada Allah. Itu juga bagian dari ibadah. 

Sekali lagi, kalau kalian bingung tujuan hidup kalian apa, tanya aja ke semua orang, 

"Ada ga tujuan hidup yang lebih baik daripada menyembah Allah?" Tidak ada insya Allah.

Karena kita adalah hamba Allah, kita harus ingat kepada ayat ini. "What are you?"

Allah menjawab,

"Bukankah pernah datang kepada manusia satu waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." (QS. Al-Insan [76] : 1-2)
Sesuatu yang tidak disebut. Ya. Kita dulu merupakan sesuatu yang tidak disebut sama sekali. Jangankan air mani, jangankan ovum. Kita bukan apa-apa. Sebelum adanya air mani dan ovum yang bersatu, kita ini bukan apa-apa banget. Tidak ada yang tahu tentang diri kita. Tapi kemudian Allahlah yang menakdirkan orang tua bertemu, kemudian menikah, kemudian punya anak, jadilah kita. Tapi kita pernah dalam kondisi bukan apa-apa. Setelah bukan apa-apa, kita jadi sesuatu, tapi sesuatunya yang hina.

"Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani)." (QS. As-Sajdah [32] : 8)
"Maaim-mahiin." Air yang hina. Allah menjadikan manusia, menciptakan manusia dari air yang hina.

Kita tadinya bukan apa-apa. Lalu jadi apa-apa, tapi hina. Kemudian Allah sempurnakan jadi darah, jadi daging, jadi manusia, setelah itu lahir. Lahirnya pun penuh dengan keterbatasan yang mana kita tidak bisa melakukan apa-apa kecuali dengan pertolongan Allah. Terus makin dewasa dikasih kekuatan. Sadarkah kita kalau kita ini bukan apa-apa kalau bukan karena pertolongan Allah? 

Dari mulai lahir yang mana kalau orang sudah lahir, lihatlah betapa banyak wanita yang membunuh anaknya. Sering kita lihat orang tua memunuh bayinya. Dan memang manusia tidak punya kekuatan apa-apa saat bayi. Tapi Allahlah yang memberi sifat rahmah, kasih sayang kepada orang tua kita. Sehingga orang tua sayang ke kita.

Saat dewasa, SKPS (Skala Kegantengan Per Sekon kuadrat) kita beda-beda. Tapi saat bayi, insya Allah kalian lihat bayi manapun lucu deh. Subhanallah. Itu Allah yang telah menciptakan bayi itu lucu, sehingga rasa kasih sayang manusia bertambah kepada bayi. Bayi yang tak berdaya jadi punya daya dengan kekuatan dari orang tuanya.

Karena itu dosa yang ingin dibahas sekarang adalah dosa takabbur. 'Ujub dan sombong.

'Ujub dan Sombong


Sombong dan ujub itu berbeda. Sombong adalah anaknya ujub, turunan dari 'ujub. Orang yang sombong pasti 'ujub. Tapi orang yang 'ujub belum tentu sombong. Insya Allah akan diberikan contohnya.

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman, 
"Wahai hamba-Ku curahkanlah dirimu dalam beribadah kepada-Ku, niscaya akan aku penuhi dadamu dengan ketenangan dan akan aku cabut segala kekurangan dirimu. Jika kau tidak mau melakukannya maka akan Aku simpan ke dalam hatimu segala hal yang meresahkan dan tidak akan Aku cabut darimu segala kekuranganmu." (HR. Tirmdzi, derajatnya hasan gharib
Kalau kita, manusia, ibadahnya mantap, insya Allah Allah kasih kebaikan dari segalam sisi.

Karena kita adalah hamba Allah, maka mari kita ingat ayat yang agung ini.
"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik." (QS. Al-Furqan [25] : 63)

Maka kita sebagai hamba Allah harus rendah hati dan menjauhi sifat sombong. Karena sombong ini merupakan kebinasaan. 'Ujub saja sudah binasa, apalagi sombong.

Definisi 'Ujub dan Sombong


Mari kita definisikan 'ujub dan juga sombong.

Sombong


Pertama, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi tahu tentang haramnya kibr (sombong).

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

Sesungguhnya kesombongan adalah menolak kebenaran, dan merendahkan manusia. Kalau kalian lihat ada orang kaya pergi ke mana-mana menggunakan mobil yang bagus, kita tidak boleh memvonis dia sombong. Karena kita tidak tahu isi hati orang. 

Kalau kita mau menilai seseorang sombong atau tidak, kriterianya ada dua.

1. Menolak kebenaran
2. Merendahkan manusia

Kalau misal A melihat B sedang memakai mobil bagus. A bilang, "Lihat teman-teman, B pergi pakai mobil mewah terus ke mana-mana. Dia sombong, ya." Itu sebenarnya A yang sombong, karena ia sedang merendahkan si B. Pahadal si B memakai mobil mewah itu karena memang pemberian orang tuanya, dia memakainya sambil bersyukur kepada Allah dengan hati yang tenang-tenang saja.

Makanya hati-hati. Ketika kita bilang orang sombong, bisa jadi kitalah yang sombong sebenarnya. 

'Ujub


'Ujub adalah merasa bangga dengan diri sendiri.

3 Contoh

Misalnya ada orang yang berkata seperti tiga contoh berikut.

1. "Alhamdulillaah teman-teman, aku ini ganteng."

Ini boleh. Namanya tasyakur bi ni'mah. Tapi susah untuk tidak merasa sombongnya. 'Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sih bisa. Ada dalam atsar yang shahih. Beliau berkata, "Aku ini istri Rasul yang paling cantik, dan orang yang menyaingiku adalah Zainab." Ibu kita tercinta 'Aisyah sudah terjamin surga, insya Allah tidak sombong saat mengatakan itu. Kalau memang kita bisa menjaga hati saat mengatakan hal seperti itu, silakan. Ini tidak dilarang.

2. "Aku ganteng da udah bakat jadi orang ganteng." 

Ini namanya 'ujub.

3. "Saya mah ganteng, liat tuh yang lain, SKPS (satuan kegantengan per sekon kuadrat) rendah, ga level sama saya."

Ini namanya sombong.

Jadi bedanya 'ujub dan sombong adalah kalau 'ujub, ia hanya berkata, "Aku ganteng begini sudah bakat," tapi kalau sombong adalah 'ujub plus merendahkan orang lain.

Mana yang lebih parah? Sombong. 

Kesombongan Iblis


Iblis itu sombong.
"Allah berfirman, 'Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?' Menjawab iblis, 'Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.' (QS. Al-A'raf [7] : 12)

Iblis disuruh  sujud (penghormatan) ke Adam. Bukan sujud menyembah, karena sujud menyembah diharamkan dari zaman dulu. Sujud hormat itu dibolehkan sebelum diutusnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Boleh kita hormat dengan cara ruku' dan sujud. Tapi setelah beliau diutus, itu semua dilarang. Yang dibolehkan itu mencium tangan orang tua sambil membungkuk (ruku') tidak apa-apa. Tapi kalau membungkuk penghormatan ke selain orang tua tidak boleh. Nabi Ya'qub dan sebelas saudara Nabi Yusuf waktu datang ke Mesir mereka bersujud kepada Nabi Yusuf. Sujudnya sujud hormat. 

Iblis berkata, "Ana khairum minhu. Aku lebih baik dari pada dia. Kau ciptakan aku dari api, Kau ciptakan dia dari tanah."

Di mana-mana tanah lebih baik dari api. Kenapa? Tanah itu tiap tahun harganya semakin naik. Kalau api, korek api segitu-gitu saja harganya.

Itu si iblis menganggap dirinya mulia (itu sudah 'ujub), tapi plus merendahkan Nabi Adam. Maka itu sombong. Dan ini adalah dosa yang pertama kali terjadi di seluruh alam semesta. Kesombongan dari iblis. Yang menyebabkan dia dikeluarkan dari agama Allah. Padahal dulunya dia adalah harits, di mana dia pun menyembah Allah semata. Tapi kemudian kesombongannya sudah melampaui batas sampai akhirnya dia murtad dari agama Allah ini.

Pada artikel berikutnya akan dijelaskan bentuk-bentuk kesombongan yang sering terjadi di antara kita. 

***

Abu Takeru / Author & Editor

Bernama asli Rizal Fadli Nurhadi. Alumni East Preston Islamic College, Melbourne, Victoria, Australia. Pernah belajar di bawah bimbingan dai nasional Australia, di antaranya Abu Hamzah, Umar Zouk, dan Bilal Assad. Saat ini aktif mengisi kajian komunitas Paradisean Youth.

0 komentar:

Posting Komentar

Diharapkan tidak berkomentar atas dasar fanatisme golongan kepada ustadz atau organisasi tertentu.Akan tetapi, gunakan dalil dari Alquran dan Sunnah dengan pemahaman para generasi terdahulu (sahabat, tabi'in, dan tabiut tabi'in).

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates | Modified by Zain Ibn Sufry