Wahai pemuda Islam, bersemangatlah dalam menuntut ilmu agama.

Rabu, 27 Juli 2016

Al-Kabair 0 : 4,9 Milyar (2)

Makrifat Sabil Haq


Bismillah wash shalatu was salamu 'ala Rasulillah.

Amma ba'du.

Ini adalah lanjutan dari pembahasan tentang materi 4,9 Milyar. 

Ciri-ciri Dosa Besar


Ciri-ciri dosa besar adalah dosa-dosa yang apabila dalam dalil terdapat:

1. Ancaman neraka 

Misalnya menyembah selain Allah, membunuh, dan berzina. 

Allah berfirman,

Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina." (QS. Al-Furqan [25] : 68-69)

2. Ancaman siksaan hari kiamat 

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang sombong, maka di hari kiamat Allah akan menmbangkitkan dia menjadi sebesar semut dalam wujud manusia dan dimasukkan ke neraka jahannam. Dan di dalam jahannam ada satu penjara yang bernama bulas. Dan di dalamnya mereka akan diberi minuman dari nanah penghuni neraka." (HR. Tirmidzi derajatnya shahih)

3. Ancaman laknat dari Allah dan Rasul-Nya

Misalnya laki-laki yang menyerupai perempuan atau perempuan yang menyerupai laki-laki, dalilnya adalah hadits berikut.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari no. 5886, 6834, Abu Dawud no. 4930)

4. Ancaman siksaan kubur

Misalnya orang yang ghibah, atau yang sering mengadu domba. Nanti salah satu adzab kuburnya yaitu Allah akan membuat tangan, jari dan kukunya jadi tembaga yang akan mencakar-cakar dada dan pipinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Tatkala Rabbku memi’rajkanku (menaikkan ke langit), aku melewati beberapa kaum yang memiliki kuku dari tembaga, dalam keadaan mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka dengan kukunya. Maka aku bertanya, ‘Siapakah mereka ini wahai Jibril?’ Dia menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan daging (suka mengghibah) dan menjatuhkan kehormatan manusia’.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 533. Hadits ini juga dicantumkan dalam Ash-Shahihul Musnad karya Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu)

5. Statement "tidak termasuk golongan kami" 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barangsiapa yang menipu kami, maka ia tidak termasuk golongan kami.” (HR. Muslim no. 101)
Contohnya menyontek saat ujian. Tapi zaman sekarang yang namanya menyontek itu jarang. Seringnya kerja sama.

6. Ancaman hukuman secara duniawi

Misalnya orang yang mencuri dipotong tangannya, orang yang menuduh orang lain berzina padahal tidak punya saksi, dia dipecut 80 kali.

Allah Azza wa Jalla menegaskan,


"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Maidah [5] : 38-39) 

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,


"Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (berzina) dan mereka tidak bisa mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur [24] : 4)

7. Statement "telah kafir orang yang melakukan ini dan itu"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah mengenai shalat, barangsiapa meninggalkannya maka dia kafir.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari Buraidah Al Aslami)

Tapi memang, tidak semua lafadz "kafir" dalam hadits itu maksudnya keluar dari Islam. Akan ada pembahasan tersendiri. Apakah orang yang meninggalkan shalat keluar dari Islam? Di sini ada ikhtilaf ulama. Ulama terbagi menjadi dua pendapat. Mayoritas ulama bilang orang yang meninggalkan shalat ia masih Islam. Sedangkan minoritas ulama bilang orang yang meninggalkan shalat, ia kafir.

8. Ancaman mati di atas jahiliyah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Ada empat hal di tengah umatku dari perkara jahiliyah, mereka sulit untuk meninggalkannya; berbangga dengan keturunan, mencela keturunan orang lain, minta hujan dengan perantaraan bintang-bintang, dan meratapi mayat”. (HR. Muslim)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Wanita yang meratapi mayat bila tidak bertobat sebelum meninggal, ia dibangkitkan pada hari kiamat memakai baju dari timah panas dan mantel dari aspal panas. (HR. Muslim)
Meratap di sini misalnya bagi perempuan itu memukul-mukul wajah, merobek-robek baju. Kalau laki-laki diputuskan pacarnya, dia membanting HP. Tapi bukan berarti kafir orang yang melakukan hal ini. Jangan salah memahami hadits ini seperti yang dilakukan oleh ISIS.

Itu lah delapan ciri-ciri dosa besar.

Syarat 4,9 Milyar


Sekarang pembahasan 4,9 milyar, orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. Kalau kita termasuk ke dalam golongan ini, itu termasuk kesuksesan yang nyata. Dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim yang sudah dibahas pada bagian pertama merupakan isi bagian awal haditsnya. Berikut hadits lengkapnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Saya telah diperlihatkan beberapa umat oleh Allah, lalu saya melihat seorang Nabi bersama beberapa orang, seorang Nabi bersama seorang dan dua orang dan seorang Nabi sendiri, tidak seorangpun menyertainya. Tiba-tiba ditampakkan kepada saya sekelompok orang yang sangat banyak. Lalu saya mengira mereka itu umatku, tetapi disampaikan kepada saya, 'Itu adalah Musa dan kaumnya'. Lalu tiba-tiba saya melihat lagi sejumlah besar orang, dan disampaikan kepada saya, 'Ini adalah umatmu, bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang, mereka akan masuk surga tanpa hisab dan adzab.'

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan masuk rumah. Orang-orang pun saling berbicara satu dengan yang lainnya, ‘Siapakah gerangan mereka itu?’ Ada diantara mereka yang mengatakan. ‘Mungkin saja mereka itu sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Ada lagi yang mengatakan, ‘Mungkin saja mereka orang-orang yang dilahirkan dalam lingkungan Islam dan tidak pernah berbuat syirik terhadap Allah.’ dan menyebutkan yang lainnya. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar, mereka memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Beliau bersabda, 

"Mereka itu adalah orang yang tidak pernah minta diruqyah, tidak meminta di-kay dan tidak pernah melakukan tathayyur serta mereka bertawakkal kepada Rabb mereka." 

Lalu Ukasyah bin Mihshon berdiri dan berkata, 'Mohonkanlah kepada Allah, mudah-mudahan saya termasuk golongan mereka!’ Beliau menjawab, ‘Engkau termasuk mereka’, Kemudian berdirilah seorang yang lain dan berkata,’Mohonlah kepada Allah, mudah-mudahan saya termasuk golongan mereka!’ Beliau menjawab, ’Kamu sudah didahului Ukasyah.’


1. Tidak minta diruqyah


Kalau seseorang kesurupan, kemudian dia diruqyah tanpa dia minta, itu tidak masalah. Kalau ia minta, berarti gagal.

2. Tidak minta diobati dengan kay (besi panas)


Di zaman dulu, kalau ada penyakit seperti tumor atau yang lain, salah satu metode pengobatannya adalah dengan menempelkan besi panas di bagian yang sakit. Penyembuhan ini dikenal paling manjur pada zaman dulu. Hukum kay ini kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dilarang secara makruh tidak sampai haram. Karena beliau pun pernah meng-kay Ubay ibn Ka'ab.

3. Tidak pernah percaya tathayyur (tahayul)


Kalau ada kupu-kupu  masuk rumah, berarti ada...? Hayo yang jawab berarti percaya, haha. Tidak, kalian hanya tahu saja bukan percaya, kan?

Contoh lainnya adalah jika di perjalanan bertemu kucing hitam maka sebaiknya melalui jalan lain, karena akan ada kesialan jika melalui jalan itu. Banyak di kartun-kartun diajarkan tahayul yang seperti ini. Maka harus hati-hati.

4. Selalu bertawakkal kepada Allah


Ini poin terberat. Coba, di antara kita pernah besoknya UTS kemudian kita belajar dengan sungguh-sunguh, tapi besoknya nyontek. Nyontek adalah ciri-ciri tidak tawakkal. Gagal.

Sekarang kalau ditanya "siapa yang sudah gagal?" mungkin banyak di antara kita yang gagal.

Misalnya ada orang. Dia tidak pernah tidak tawakkal kepada Allah. Jadi seumur hidupnya, selalu dalam perbuatannya ia tawakkal. Besok UTS dia belajar sungguh-sungguh. Dan ketika sukses dia tidak bilang, "Siapa dulu dong, aku belajar tadi malam." Kalau dia bilang seperti itu berarti dia sudah tawakkal kepada belajar, bukan ke Allah. Tapi kalau misalnya kita ikhtiar sebisa mungkin, kemudian setelah itu kita sukses, alhamdulillah, semua karunia Allah. Kalau gagal kita berkata, "Ini semua takdir Allah. Dan takdir Allah penuh hikmah. Yang salah adalah diriku."

Anak DKM misalnya ikhwan turnamen futsal, sementara akhwat ngerujak. Setelah itu, rujak buatan akhwat dimakan oleh ikhwan. Saat dibilang rujaknya enak, akhwat berkata, "Siapa dulu dong yang ngebuat?" Ini berarti tawakkalnya sudah salah.

Itu lah 4,9 milyar. Kita harus berusaha untuk mencapainya.

Ada pertanyaan, 

"Kalau misalnya kita melakukannya (minta diruqyah dan lain-lain) dulu, apakah bisa termasuk ke dalam 4,9 milyar?"

Tenang, teman-teman. Mudah-mudahan, hadits berikut bisa menjadi dalil masih bisa sukses menjadi 4,9 milyar.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 
"Orang yang bertaubat dari suatu dosa, itu sama seperti tidak melakukan dosa sama sekali." (HR. Ibnu Majah derajatnya hasan lighairih)

Tapi itu tidak menjamin. Karena itu, kalau pun kita tidak bisa masuk ke jalur VIP, mari kita masuk ke golongan orang yang menjauhi dosa-dosa besar. Semoga Allah mudahkan.

Semoga Allah mengumpulkan kita di surga-Nya. Aamiin ya Allah ya Rabbal 'alamin.

Abu Takeru / Author & Editor

Bernama asli Rizal Fadli Nurhadi. Alumni East Preston Islamic College, Melbourne, Victoria, Australia. Pernah belajar di bawah bimbingan dai nasional Australia, di antaranya Abu Hamzah, Umar Zouk, dan Bilal Assad. Saat ini aktif mengisi kajian komunitas Paradisean Youth.

0 komentar:

Posting Komentar

Diharapkan tidak berkomentar atas dasar fanatisme golongan kepada ustadz atau organisasi tertentu.Akan tetapi, gunakan dalil dari Alquran dan Sunnah dengan pemahaman para generasi terdahulu (sahabat, tabi'in, dan tabiut tabi'in).

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Distributed By Gooyaabi Templates | Modified by Zain Ibn Sufry